iwan fals - ujung aspal pondok gede

Herman syah 17 Sep 2011
screenshoots.png

Durasi : 05:11

Deskripsi :


Add FB gw sobat : http://www.facebook.com/#!/hotlinereza ( Reza Maulana ) Di kamar ini aku dilahirkan Di bale bambu buah tangan bapakku Di rumah ini aku dibesarkan Dibelai mesra lentik jari ibuku Nama dusunku ujung aspal pondok gede Rimbun dan anggun Ramah senyum penghuni dusunku Kambing sembilan motor tiga Bapak punya Ladangnya luas habis sudah sebagai gantinya Sampai saat tanah moyangku Tersentuh sebuah rencana Demi serakahnya kota Terlihat murung wajah pribumi Terdengar langkah hewan bernyanyi Di depan masjid Samping rumah wakil pak lurah Tempat dulu kami bermain Mengisi cerahnya hari Namun sebentar lagi Angkuh tembok pabrik berdiri Satu persatu sahabat pergi Dan tak kan pernah kembali Di kamar ini aku dilahirkan Di bale bambu buah tangan bapakku Di rumah ini aku dibesarkan Dibelai mesra lentik jari ibuku Nama dusunku ujung aspal pondok gede Rimbun dan anggun Ramah senyum penghuni dusunku Kambing sembilan motor tiga Bapak punya Ladangnya luas habis sudah sebagai gantinya Sampai saat tanah moyangku Tersentuh sebuah rencana Demi serakahnya kota Terlihat murung wajah pribumi Terdengar langkah hewan bernyanyi Di depan masjid Samping rumah wakil pak lurah Tempat dulu kami bermain Mengisi cerahnya hari Namun sebentar lagi Angkuh tembok pabrik berdiri Satu persatu sahabat pergi Dan tak kan pernah kembali Di kamar ini aku dilahirkan Di bale bambu buah tangan bapakku Di rumah ini aku dibesarkan Dibelai mesra lentik jari ibuku Nama dusunku ujung aspal pondok gede Rimbun dan anggun Ramah senyum penghuni dusunku Kambing sembilan motor tiga Bapak punya Ladangnya luas habis sudah sebagai gantinya Sampai saat tanah moyangku Tersentuh sebuah rencana Demi serakahnya kota Terlihat murung wajah pribumi Terdengar langkah hewan bernyanyi Di depan masjid Samping rumah wakil pak lurah Tempat dulu kami bermain Mengisi cerahnya hari Namun sebentar lagi Angkuh tembok pabrik berdiri Satu persatu sahabat pergi Dan tak kan pernah kembali Di kamar ini aku dilahirkan Di bale bambu buah tangan bapakku Di rumah ini aku dibesarkan Dibelai mesra lentik jari ibuku Nama dusunku ujung aspal pondok gede Rimbun dan anggun Ramah senyum penghuni dusunku Kambing sembilan motor tiga Bapak punya Ladangnya luas habis sudah sebagai gantinya Sampai saat tanah moyangku Tersentuh sebuah rencana Demi serakahnya kota Terlihat murung wajah pribumi Terdengar langkah hewan bernyanyi Di depan masjid Samping rumah wakil pak lurah Tempat dulu kami bermain Mengisi cerahnya hari Namun sebentar lagi Angkuh tembok pabrik berdiri Satu persatu sahabat pergi Dan tak kan pernah kembali